Honda Crf 150 Habis Bore Up Kok Malah Ngelitik, Ga Mau Kencang

Yang mampir kesini sesudah baca judul pasti kalian lagi ngalamin kejadian dimana kalian bore up motor CRF 150 atau Verza. Bukannya habis bore up tarikan enak, e… malah motor jadi ngelitik, ga mau kencang di putaran atasan malah kaya nahan, berat…

Seperti biasa ya tulisan saya kali ini ga akan terlalu baku bahas hal-hal yang terlalu bikin pusing tentang motor. Tapi lebih kepada sharing dan berbagi tentang apa yg sering dikeluhkan konsumen yang ada kaitannya dengan motor CRF  dan Verza 150.

Pada dasarnya sistem mesin pada Honda CRF, Verza dan Megapro Mono 150 itu hampir sama. Ada beberapa komponen part yang bisa kalian saling subtitusikan kayak noken, klep, piston.

Saya pernah mensubtitusikan klep crf diganti dengan punya megapro mono kode KYE dengan harga lebih murah.

Info pembelian klik disini sekarang…

Karena kemarin saya diminta revisi Honda CRF 150, kalau kalian menghadapi masalah dengan Verza dan Megapro Mono 150 anggap aja, sama ya… 

Jadi CRF 150 ini habis bore up pake blok dan pistonnya moto 1 yang paketan, dengan diameter piston 63 mm.

Enaknya kalau beli paketan gini sudah dapat lengkap, Blok, piston, ring, pen piston, pengancing beserta perpak lengkap tinggal pasang, tergantung nantiu mau atur kompresi berapa kembalikan pada mekanik kalian.

Klik disini sekarang untuk pembelian…

Ok kita langsung ke topik pembahasan, jadi yang terjadi pada motor CRF ini adalah motor tidak mau langsam, sering mati-mati sendiri, saat motor di bawa jalan pas overgigi bukaan gas di putar, motor nglitik kasar, mesin motor cepat panas dan pada putaran atas motor terasa nahan

Berikut Data Spesifikasi Motornya :

  • Piston dan blok menggunakan paketan bore up moto 1 63 mm.
  • Noken pakai BRT T1.
  • Klep std dan pernya std
  • Tb dan injektor masih pakai std.

Enggak  nunggu lama, motor langsung kita eksekusi. Setelah kita melakukan pembongkaran, jadi tau penyebab dari ini motor koq ga mau enak.

Ini yang harus temen-temen ketahui bahwa jenis motor crf, verza ataupun megapro mono itu punya desain kubah yang minimalis pada bagian headnya.

Jadi ketika kalian memperbesar bagian piston atau istilah keren bahasa bengkelnya BORE UP tanpa mengubah desain head, ya….Yang terjadi kompresi ketinggian menyebabkan detonasi, motor nglitik. Ketinggian kompresi pada motor malah membuat motor tidak bertenaga.

Loh mas gimana katanya kalau motor dinaikin kompresi jadi tambah power dan tenaganya, koq ini malah diturunin kompresinya..!

Penting sekali ini buat pemahaman mesin bagi para orang awam dan mas-mas bengkel yang ngerti mesin.

Ada namanya kompresi statis, yang arti kompresi tetap, terhitung dengan angka misal tertera pada spesifikasi motor misal ; 9:1, 10:1, 11:1. Ada juga namanya kompresi dinamis, kompresi yang susah diperhitungan.

Motor dengan kompresi statis setinggi tingginya harus ngerti cara mempermainkan kompresi dinamis. Cara memodifikasi kompresi dinamis adalah dengan mendesain ulang head, seperti noken dengan lift yang lebih tinggi dibarengi perklep yg mumpuni, rubah klep yang lebih besar, porting lubang in dan ex. Dengan permainan seperti itu motor dengan kompresi tinggi 15:1 pun tidak akan nglitik kalau tahu dan benar dalam memainkan kompresi dinamisnya.

Ok lah kembali ketopik ya gaes, nanti malah penjelasan artikel ini melebar kemana mana…

Akhirnya saya coba mendesain ulang bagian mesinnya. Seperti piston yang saya bubut lagi dengan bentuk flat untuk mengurangi kompresi.

Kemudian untuk bagian head saya perbesar portingannya. Di lubang in saya perbesar mendekati diameter Tbnya. Untuk bagian Ex saya perbesar sesuai dengan diameter leher knalpot.

Perlu diketahui bahwa lubang in dan ex pada honda CRF 150 itulah kenapa motor dengan CC segitu ga bisa dapat power yang maksimal.

Berikut lubang in setelah diporting

Dan ini lubang EX setelah diporting 

Buat temen-temen yang pengen tahu jasa porting, bore up, tune buat Honda CRF silahkan kunjungi langsung Workshopnya TMotor Jogja 2

Klik disini dekarang untuk info alamat dan contact…

Untuk bagian perklep saya masih memanfaatkan perklep std, hanya saya ganjel dikisaran 2-3 mm an. Ini pengetahuan lagi ya, perklepnya Honda CRF itu lemah, akan floating ngegrak kalau digeber diatas 9000 an.

Sebenarnya saya tidak merekomendasikan sistem ganjel seperti ini. Untuk hasil maksimal silahkan belikan per klep racing, sekarang sudah banyak dan murah beredaran di market place, kaya moto 1, Rc 3 dan lain sebagainya.

 

Klik disini sekarang untuk info harga dan pembelian…

Klik disini sekarang untuk pembelian…

Setelah semua Sudah dipasang dengan benar, tahap akhir adalah penyettingan Ecu. Kebetulan motor ini sudah pakai Ecu Juken 5 Brt, jadi memudahkah saya.

Klik disini sekarang untuk mendapatkan harga yang murah

Motor sudah bore up, TB dan injektor masih std menyebabkan motornya susah langsam, akhirnya saya coba mencari angka langsamnya dulu.

Berikut data settingan jika motor kalian punya spesifikasi sama dengan motor ini. Kalian boleh contoh dan ambil. Saya kalau nyetting langsung di fitur live koreksi pada bagian fuelnya. Jadi tidak bisa dibagikan langsung, tapi gampangnya nyetting dengan cara ini tidak akan mengubah settingan awal yang tersimpan di ECU.

Berikut untuk data settingan langsam, low, mid dan highnya.

Setelah semua settingan pas, dan test drive

Waw hasilnya gilaaa powe full tenaganya, mau jemping lahhh…hahahaha… 

 

 

Honda Crf 150 Habis Bore Up Kok Malah Ngelitik, Ga Mau Kencang

One thought on “Honda Crf 150 Habis Bore Up Kok Malah Ngelitik, Ga Mau Kencang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
%d